Edukasi
Benarkah Perhiasan Bisa Berkarat? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Apakah perhiasan bisa berkarat? Jawabannya tergantung pada jenis logam yang digunakan. Jika perhiasan Anda terbuat dari logam mulia, maka tidak akan berkarat. Namun, jika mengandung logam yang mudah teroksidasi seperti besi atau tembaga, perubahan warna bisa terjadi. Simak penjelasan lengkapnya di sini!
Benarkah Perhiasan Bisa Berkarat? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jawaban apakah perhiasan bisa berkarat tergantung pada bahan logam yang digunakan. Jika perhiasan terbuat dari logam mulia seperti emas (Au), platinum (Pt), atau palladium (Pd), maka tidak akan berkarat karena sifatnya yang stabil dan tidak bereaksi dengan oksigen (O2) atau air (H2O).
Namun, jika perhiasan mengandung logam yang tidak tahan oksidasi, seperti besi (Fe) atau tembaga (Cu), maka bisa mengalami perubahan warna atau korosi.
.jpg)
Mengapa Logam Mulia Tidak Bisa Berkarat?
Logam mulia adalah logam yang secara kimiawi stabil dan tidak mudah bereaksi dengan unsur lain, terutama oksigen dan air. Dalam sistem periodik unsur, logam mulia berada dalam golongan yang memiliki elektron valensi penuh, sehingga tidak mudah mengalami oksidasi atau membentuk senyawa baru seperti karat. Karakteristik yang unik seperti itu membuat logam-logam tersebut dijuluki "Logam Mulia" tidak seperti besi (Fe) yang mudah berkarat.
Sebagai contoh:
- Emas (Au) memiliki nomor atom 79 dengan konfigurasi elektron yang membuatnya tidak bereaksi dengan oksigen, sehingga tidak akan berkarat.
- Platinum (Pt) dan Palladium (Pd) juga memiliki sifat inert yang membuatnya tahan terhadap oksidasi dan korosi.
Karena sifatnya ini, perhiasan berbahan emas murni, platinum, atau palladium tetap berkilau dalam jangka waktu lama tanpa mengalami perubahan warna akibat karat.
Penyebab Perhiasan Berubah Warna
Meskipun logam mulia tidak berkarat, perubahan warna pada perhiasan bisa terjadi karena faktor lain, seperti:
-
Campuran Logam Lain dalam Perhiasan
-
Emas murni (24K) terlalu lunak untuk digunakan sebagai perhiasan, sehingga dicampur dengan logam lain seperti perak (Ag), tembaga (Cu), atau nikel (Ni) agar lebih kuat.
-
Logam campuran ini bisa mengalami oksidasi dan menyebabkan perubahan warna pada perhiasan.
-
-
Perak (Ag) dalam Campuran Perhiasan
-
Jika perhiasan mengandung perak (Ag), maka bisa mengalami oksidasi saat terpapar udara atau zat kimia, membentuk lapisan kehitaman (tarnish).
-
Hal ini sering terjadi pada emas putih atau rosegold yang memiliki kandungan perak lebih tinggi.
-
Walaupun Perak (Ag) juga dijuluki logam mulia, namun karakteristiknya tidak sebaik emas (Au), palladium (Pd) atau platinum (Pt).
-
-
Tembaga (Cu) dalam Campuran Perhiasan
-
Tembaga adalah logam yang sering dicampur dengan emas untuk menghasilkan emas rosegold.
-
Seiring waktu, tembaga bisa mengalami oksidasi, menyebabkan perhiasan sedikit menggelap atau berubah warna.
-
-
Pengaruh Zat Kimia dan Keringat
-
Paparan parfum, lotion, atau bahan kimia seperti klorin di air kolam renang dapat mempercepat oksidasi logam campuran dalam perhiasan.
-
Keringat dengan kadar pH tinggi juga dapat mempercepat reaksi ini.
-
Untuk mengetahui lebih lanjut mengapa emas (Au) dicampur dengan logam lain, baca artikel Mengapa Perhiasan Emas Bisa Berwarna Putih atau Merah Muda? Ini Penjelasannya!
Bagaimana Terjadinya Karat pada Logam non Logam Mulia
Logam non-logam mulia seperti besi (Fe) dan baja (Fe + C + elemen lainnya) mudah berkarat karena bereaksi dengan oksigen dan air, membentuk besi oksida (Fe2O3·xH2O) yang dikenal sebagai karat. Proses ini terjadi karena besi tidak memiliki lapisan pelindung alami seperti logam mulia. Untuk mengatasinya, berbagai metode digunakan, seperti galvanisasi (melapisi besi atau baja dengan seng (Zn) untuk mencegah kontak langsung dengan oksigen dan air), pengecatan, atau penggunaan stainless steel (campuran Fe, Cr, dan Ni) yang membentuk lapisan oksida kromium pelindung. Dalam industri otomotif, mobil sering dilapisi cat anti-karat atau menggunakan bodi berbahan aluminium (Al) atau stainless steel untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi. Lalu mengapa logam aluminium (Al) tidak disebut logam mulia? Karena ketahanannya terhadap karat bergantung pada lapisan oksida pelindung yang bisa terkikis, sedangkan logam mulia seperti emas dan platinum stabil secara alami tanpa perlu perlindungan tambahan.
Cara Mencegah Perubahan Warna pada Perhiasan
Agar perhiasan tetap berkilau dan bebas dari noda atau oksidasi, berikut beberapa tips perawatannya:
-
Gunakan perhiasan dengan kadar emas lebih tinggi (18K ke atas) untuk mengurangi campuran logam yang mudah teroksidasi.
-
Simpan perhiasan di tempat kering dan tertutup saat tidak dipakai untuk menghindari paparan udara dan kelembapan.
-
Bersihkan perhiasan secara rutin menggunakan kain lembut atau larutan pembersih khusus perhiasan.
-
Hindari kontak langsung dengan bahan kimia seperti parfum, lotion, dan produk pembersih rumah tangga.
-
Lapisi perhiasan dengan rhodium plating, terutama untuk emas putih, agar lebih tahan terhadap oksidasi.
Kesimpulan: Perhiasan Tidak Berkarat, Tapi Bisa Berubah Warna
Jadi, perhiasan dari logam mulia tidak akan berkarat, karena sifatnya yang stabil dan tahan terhadap oksidasi. Namun, jika terjadi perubahan warna, itu bukan karena karat, melainkan reaksi oksidasi dari logam campuran seperti perak atau tembaga.
Sehingga semakin tinggi kadar logam mulia dalam perhiasan akan semakin baik. Jika ingin memastikan kadar emas dalam perhiasan Anda, simak artikel ini: Apakah Sama Kadar 5 Karat dengan Kadar 5%? Begini Cara Menghitung Kadar Perhiasan dengan Benar

Pilih Perhiasan yang Tahan Lama di Lovary!
Di Lovary, kami hanya menggunakan logam mulia dengan kualitas terbaik yang tidak mudah mengalami oksidasi. Dengan desain yang elegan dan material yang terjamin, Anda bisa mendapatkan perhiasan impian tanpa khawatir berubah warna!
Temukan cincin impian Anda di Lovary! Klik di sini untuk konsultasi gratis via WhatsApp!